especially for mommy
photobox @papyrus !
ga sengaja pake baju dan celana jeans dengan warna yang sama.
emang sehati deh
cerpen “Rasa…” dari kisah nyata seorang @ezraartur
Rasa……
Jam weker yang kuletakkan di atas meja belajar di sudut kamarku berdering. Berdering sangat keras. Itulah yang selalu membangunkan dari tidur lelapku. Tapi tetap tak kuperdulikan, walaupun di jam telah menunjukan jam 5 pagi. Aku selalu bangun dan mematikan alarm yang menganggu mimpi indah ku. Padahal Mama selalu berteriak dari dapur untuk membangunkan. Tapi tetap tidak ampuh. Aku melanjutkan mimpi indah di atas kasur lagi.
Pelan-pelan membuka mata dengan keadaan tidak sadar. Cuma melihat sekelilingku. Jendela yang sudah dibuka dan cahaya matahari menembus kamarku. Kulihat jam weker berbentuk superman di atas mejaku. Astaga, jam menunjukan pukul 7 pagi, ini tandanya aku telat ke sekolah. Selalu telat. Padahal ini adalah hari pertamaku sekolah sebagai murid kelas IX SMP. Aku tak nyangka begitu cepat waktu 2 minggu yang aku lewati bersama keluarga untuk mengisi liburan. Tapi sial nya sekarang aku udah masuk. Cepat-cepat aku mandi dan membereskan buku-buku yang perlu dibawa sekolah. Mama sudah mengomel-ngomel di di dapur.
“Sudah Mama bilang kalo tidur jangan kebo liat jam weker kamu,” kata Mama dengan muka panik karena melihat aku begitu santai di hari pertama sekolah.
“Ah Mama, santai aja dong aku yang sekolah gini kok Mama yang repot. Yang penting aku dating terus nilai-nilai aku bagus kan,” kataku cetus.
“Udah..udah sekarang kamu buruan pergi sekolah daripada kamu melawan omongan Mama mulu capek nih Mama ngurus kamu. Buruan pergi sana.”
“Iyaa..iyaa bawel banget deh Mama. Aku pergi ya, Mah,” kataku sambil membawa tas di pundakku. Tak lupa aku memakai sepatu baru di hari pertama sekolah. Hadiah dari kedua orang tua ku karena aku berhasil menjuarai lomba debat se-Lampung. Walaupun hari ini telat yang penting aku tetap pede memakai sepatu baru.
Aku mulai melangkahkan kakiku keluar garasi sambil membawa sepeda yang ditaruh Papa di garasi. Jarak dari rumahku ke sekolah ya tidak begitu jauh lah, kurang lebih 1 km. Karena sekolah terletak di komplek yang sama di mana aku tinggal. Dengan cepat aku mengayuh sepeda. Semua polisi tidur aku terobos dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya…aku sampai di sekolah. Tapi..pagar sekolah udah ditutup. Sial ! Kenapa di hari pertama aku sudah berurusan dengan satpam kumisan itu. Tapi dengan rayuan maut yang aku keluarkan aku berhasil masuk ke sekolah. Dengan embel-embel membawakan sarapan besok pagi. Langkah terburu-buru aku menuju kelas IX-A. Pas saat aku sudah sampai di depan pintu, aku melihat dari sudut ke sudut ruangan. Teman sekelasku sekarang hanya beberapa orang saja yang aku kenal karena dulu sekelas dengan ku pas saat kelas VIII. Aku melangkah masuk ke dalam kelas untuk mencari tempat duduk kosong. Aku menemukan tempat duduk kosong di sebelah Boy, teman sekelas ku dulu. Pada saat aku duduk, wali kelas ku, Bu Atik baru masuk ke dalam kelas. Bu Atik adalah guru matematika ku dan sekarang beliau adalah wali kelasku. Di hari awal masuk sekolah, selalu diadakan pemilihan ketua kelas beserta bawahan-bawahannya. Entah apa yang dipikiran Bu Atik, aku dipilih menjadi ketua kelas. Padahal aku anak yang ceroboh, bercandaan, dan suka telat. Mungkin Bu Atik ingin memberikan tanggung jawab yang besar kepadaku agar aku menjadi pemimpin yang bijaksana. Setelah pemilihan ketua kelas, Bu Atik tidak lupa memilih wakil ketua kelas. Beliau ingin memilih cewe sebagai pendamping kerjaku. Beliau memilih cewe berambut panjang, ya kira-kira sepinggang panjang nya, berkacamata, berkulit putih, dan tinggi semampai. Nama cewe itu adalah Anisaa Siti Zulaicha atau sering dipanggil Icha. Icha adalah teman seangkatan denganku tapi baru kali ini aku sekelas dengannya. Kalau diliat dari tampang nya sih cewe yang cerdas. Walaupun dia teman seangkatanku, baru kali ini aku tau orang nya. Boro-boro mukanya, namanya aja baru tau.
Semenjak kita dinobatkan menjadi ketua kelas dan wakil ketua kelas, aku sering mengobrol dengannya. Entah itu ngomongin masalah kelas, masalah lomba-lomba antar kelas dll. Mengobrol dimana saja termasuk di sekolah, di kelas, bahkan di kantin. Aku mulai tertarik dengan Icha. Benar kata orang kalo cinta itu dari mata turun ke hati. Wajar kalau aku menaruh hati padanya, dia adalah cewe yang berparas cantik dan cerdas. Setiap obrolan ku dengannya selalu nyambung. Dari situ aku yakin untuk melakukan pendekatan atau istilah gaulnya pdkt. Dimulai dari sering ngajak ngobrol, memberikan makanan seperti coklat, dan memberikan perhatian buat hal-hal yang kecil. Dan hati ini udah mantap buat melakukan penembakan. Sudah capek aku menahan apa yang aku rasakan selama ini dengannya. Rasanya semua ingin aku keluarkan biar tidak ada beban lagi di hatiku. Tepat hari minggu, 12 Juni 2011 aku mau menembaknya. Tapi..semua usaha ku nihil. Nol besar ! Andry, teman sekelas nya dari kelas VIII sudah melakukan pdkt lebih awal dari ku. Dan dia sudah menyukai Icha semenjak awal kelas VIII. Dan lebih parahnya lagi, dia menembak Icha setengah jam yang lalu. Ternyata, aku keduluan. Icha sudah milik Andry sekarang. Komitmen dalam diriku tidak pernah luntur yaitu selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang harus aku raih dan aku ingin. Inilah yang aku suka dari diriku, konsistensi diri.
Menjalani aktivitas sekolah yang padat ditambah les tambahan untuk mengasah otakku selalu ada dalam jadwal sehari-hari ku. Tapi semenjak kejadian itu, aku masih mengobrol dengan Icha. Mengobrol masalah kelas. Walaupun setiap aku mengobrol dengannya, jantung ini selalu berdebar. Ini tandanya aku masih menaruh harapan besar padanya. Kadang cemburu buta yang aku rasakan, tapi tak apalah kalo melihat dia bahagia.
Waktu terus berjalan dan tak terasa hampir sebulan aku melalui ini semua. Melihat Icha bersama Andry terus. Tapi tidak untuk hari ini. Mereka tidak terlihat bersama-sama lagi. Aku mendengar kabar angin dari teman sekelasku kalo mereka udah putus. Kabar itu baru simpang siur, belum benar kepastiannya. Kalo benar ya bagus lah rasanya aku ingin terbang menembus langit tujuh bidadari. Daripada aku gelisah menunggu kebenaran kabar itu, aku langsung Tanya aja ke Icha nya.
“Cha, lo udah putus ama Andry?” tanya aku dengan muka penasaran.
“Udah, kemaren siang. Aku ngerasa kayak ga punya pacar. Ga pernah ngobrol langsung di sekolah. Cuma sms atau telpon doang. Jadi males aku.”
Dengan muka semangat membara aku senang dalam hati. Gila…cewe yang aku suka udah jomblo sekarang. Aku bisa lanjutin pdkt lagi. Ternyata perjuangan aku menunggu Icha gak sia-sia. Karena aku tau, Tuhan sudah mempunyai rencana lain buat Icha yaitu bersama aku. Bel masuk berbunyi sangat nyaring, ini pertanda kalo semua siswa-siswi harus masuk kelas. Kelas selanjutnya adalah pelajaran matematika. Kebetulan yang mengajar adalah Bu Atik, wali asuh kelas ku sendiri. Sebelum memulai pelajaran, Bu Atik menyampaikan informasi tentang suatu lomba. Lomba cerdas cermat se-kota Lampung dan boleh diikuti oleh siswa dari kelas VII, VIII dan IX. Aku dan Icha adalah beberapa siswa yang dipilih Bu Atik untuk mengikuti lomba. Sayangnya, aku ga sekelompok dengannya. Aku masuk ke kelompok 1 bersama Titan dan Ronny sedangkan Icha masuk ke kelompok 2 bersama Sinta dan Ting-ting. Ga masalah buat aku kalo ga sekelompok ama Icha yang paling penting aku bisa ke kota Lampung bersamanya, tempat dimana lomba cerdas cermat diadakan. Sehari sebelum lomba, malamnya aku sms Icha. Ya.. melanjutkan masalah hati. Dan tanpa pikir panjang, aku menembaknya. Walaupun aku cupu karena aku nembaknya lewat sms. Menunggu beberapa menit untuk jawaban sms dari Icha. Sampai-sampai aku ketiduran di sofa ruang keluarga. Tiba-tiba aku kebangun dan melihat layar blackberry. Ga ada satu pun sms dari Icha. Tapi dengan hati yang sabar aku selalu nunggu jawaban dari Icha.
Keesokan hari nya, aku dan teman-teman mengikuti lomba cerdas cermat di kota Lampung. Babak demi babak aku lewati satu persatu dan akhirnya aku hanya lolos sampai babak semifinal. Tidak terlalu berputus asa, karena ini sudah menjadi kebanggaan untuk diri ku sendiri. Aku liat Icha dari kejauhan sedang duduk di kursi bersama teman-teman yang lain. Hari ini aku belum ngobrol sepatah kata pun dengan Icha. Yaudah lah…aku masih sabar untuk tetap menunggu jawaban dari nya . Pukul 4 sore lomba ini berakhir juga.
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar dan melempar tas ke kasur. Muka capek dan letih yang tergambar di wajahku. Aku liat layar blackberry, ada satu sms dari Icha. Anehnya ini cewe, tiba-tiba mengirim pesan kosong dan dibawahnya cuma jawab iya. Jujur, aku bingung apa maksud ini bocah. Aku berpikir sejenak untuk mengingat apa yang terjadi selama ini. Aku baru sadar, kalo dia jawab pertanyaan yang aku lontarkan sebulan yang lalu. Artinya dia nerima cinta ku. Aku langsung loncat-loncat dan teriak sampai Ayah, Ibu, dan kedua adikku bingung melihat tingkah laku aku. Sekarang aku udah resmi jadi pacar Icha. Ya, benar sekarang aku resmi jadi pacar Icha.
Keesokan harinya, aku samperin Icha. Dari kejauhan udah keliatan muka merah padam nya yang malu karena aku liatin. Begitu juga aku, aku malu banget rasanya pengen sembunyi di hutan. Setiap hari aku terus bareng dengan nya dari belajar di kelas, jajan di kantin, mengantarnya ke musholla untuk sholat. Dia beragama islam. Dia anak yang sholeha dan patuh pada agamannya. Itu yang membuat aku salut padanya. Tak terasa hampir 3 bulan aku lewati hubungan ini bersamanya. Sampai hal yang gak aku duga datang. Dari dulu, ada aja masalah yang berdatangan bak hujan di sore hari. Dari awal pdkt sampai jadian juga. Icha mengakui bahwa selama ini dia belum ada perasaan ke aku. Dia hanya ingin mencoba dahulu untuk menjalani hubungan ini dengan aku. Jujur, aku kaget aku bingung. Apa yang harus aku lakukan ? ternyata ini lah yang dirasakan Icha selama ini. Aku ga boleh memaksakan kehendak aku. Semenjak itu aku ga pernah ngobrol lagi. Aku ingin menjaga jarak dengannya. tapi kita masih dalam suatu hubungan. Istilahnya aku masih pacar Icha dan Icha masih pacar aku. Kita hanya break sementara demi kebaikan aku dan Icha. Ronny, teman sekelas aku mencoba mendekati Icha. Icha bingung apa yang harus dilakukannya. Semua usaha-usaha pendekatan udah dilakukan Ronny untuk mendapatkan Icha. Kemudian, Icha tersadar akan suatu hal. Dia rindu akan sosok aku. Dia rindu akan perhatian-perhatian kecil yang diberikan. Begitu lah kata orang, kita akan merasa sayang kalo kita sudah kehilangan orang yang kita sayang. Walaupun pengakuan-pengakuan Icha membuat aku kecewa, aku ga pernah lelah menunggu dia. Di kelas, Icha mengajak aku ngobrol aku. Dia mengeluarkan semua yang dia rasakan selama ini. Dia juga menceritakan apa yang terjadi pada saat Ronny mendekatinya. Aku mendengarkan semua kata-kata yang dikeluarkan Icha dengan seksama. Hati tak bisa dibohongi, Icha juga sayang ama aku tapi dia tidak pernah menyadari apa yang telah tersembunyi di hatinya. Semua ini membuat hubungan aku dengan Icha semakin baik. Tidak ada pertengkaran sampai 5 bulan kedepan. Aku baru menyadari hubungan yang sesungguhnya.
Waktu untuk kelulusan semakin dekat, kira-kira sebulan lagi. Aku juga harus memikirkan masa depan aku dengan masuk ke SMA favorit. Aku ingin merantau ke pulau jawa untuk mendapatkan suatu hal yang baru. Keinginan aku dianggap buruk oleh Icha. Dia tidak mengharapkan ku sekolah di luar daerah bahkan beda pulau. Icha berharap, kita bisa masuk SMA 3 Lampung. Salah satu SMA favorit di Lampung. Komitmen aku untuk bersekolah di pulau Jawa tidak bisa dibatalkan bahkan sekalipun orang tuaku. Hal yang menyakitkan buat kita adalah kita harus memutuskan hubungan ini. Icha tidak ingin hubungan ini menjadi beban dan pikiran di otaknya. Icha adalah tipe cewe yang tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh. Aku pahami semua keinginan Icha. Aku mencoba mengerti ini semua. Demi Icha seorang…
@@@
Citra mendorong hingga aku tersadar dari lamunan . Ternyata, dari tadi aku termenung melamun di halaman sekolah. Lamunan tentang ingatan seorang bernama Icha. Kejadian itu masih terekam di ingatan aku. Walaupun itu terjadi 3 tahun silam tidak pernah lupa di otak aku. Kejadian setiap kejadian masih aku inget. Dan gak akan aku lupakan. Icha telah memberikan pelajaran yang berharga dalam hidup aku. Icha mengajariku arti tentang sebuah perjuangan. Perjuangan untuk mendapatkan sesuatu itu tidak mudah butuh usaha, kesabaran dan waktu untuk menunggu. Begitu berharga nya waktu yang bisa aku lewati bersama Icha. Citra, sahabat baikku selalu mengeluarkan kata-kata yang dapat memberi inspirasi dalam hidupku. Dia selalu memovitasi ku dalam keadaan apapun. Saat itu juga Citra melontarkan kata-kata yang didapatkan nya dari sebuah film yaitu apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita nama tempat, nama permainan, nama teman atau nama kejadian adalah mungkin hal yang lambat laun akan terlupa. Tapi, tidak dengan rasa. Rasa senang dan rasa sedih yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita. Dan semakin kita dewasa kita akan menyadari bahwa diantara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu cinta. Mungkin suatu saat aku bakal lupa satu persatu kenangan bersama Icha dengan seiringnya waktu. Tapi tidak dengan rasa. Rasa yang dulu pernah hadir diantara kita, Anisaa Siti Zulaicha…….
happy anniv sayang
dear faviannafiegaa…..happy anniv sayang.yang ke 18 bulan ato 1 1/2 tahun hihihih. udah lama juga yaaa ternyata. semoga kita semakin dewasa jarang berantem keep romantic dan mengerti satu sama lain. walaupun sekrang kita lagi sama2 sibuk, luangin waktu buat hubungan ini yah. walaupiun cuma 5 menit hihihihih.love youuu full :*** @faviannafiega
Page 1 of 7




